MOTIS, Bangka Barat, Belum lama menjabat sebagai Kasatres Narkoba Polres Bangka Barat, beberapa pengedar narkotika jenis sabu berhasil diobrak abrik dan dibuat tak berdaya oleh AKP Niko Panderi dengan barang bukti yang lumayan banyak beserta pelaku berhasil digelandang dan diamankan di Mapolres Bangka Barat, Minggu ( 1/6/2025 )
Katajaman insting sebagai anggota Polri dalam mengungkap modus operandi para pengedar narkotika bukan kiasanomong kosong dan saja. Terbukti hanya dalam sepekan beberapa pengedar narkotika jenis sabu telah berhasil ditangkap dengan barang bukti kejahatan narkotika dan siap dijadikan terdakwa oleh penyidik Resnarkoba Polres Bangka Barat untuk diproses lebih lanjut.
Getolnya kinerja AKP Niko Panderi ini tak sepenuhnya mendapat Aplus dan dukungan dari masyarakat, terutama bagi mereka yang bergelut dalam dunia bisnis haram ini.
Kabar miring adanya isu seorang bandar narkoba yang berada didalam lapas narkotika Pangkalpinang berinisial AG yang diduga ingin meneggakkan bendera nama besarnya dan memperluas jaringannya diduga telah berkoordinasi dengan Kasat resnarkoba Polres Bangka Barat AKP Niko Panderi melalui seorang perantara berinisial YP. Hal ini menjadi perbincangan publik hingga ke Kota Pangkalpinang beberapa hari belakangan ini.
Salah satu sumber yang tidak mau menyebutkan namanya mengungkap hal tersebut kepada redaksi media ini dengan menjelaskan bahwa YP diduga telah memfasilitasi koordinasi antara AG dan Kastres Narkoba Polres Bangka Barat untuk menjalin kerjasama dalam bisnis peredaran gelap narkoba.
” YP adalah orang yang menghubungkan bos AG dan Kasatres Narkoba AKP Niko Panderi, kabarnya AG mau menegakkan benderanya untuk di Bangka Barat”, ujar sumber Jumat (30/5)
“Sejumlah uangpun dijanjikan oleh AG jika dirinya bisa bebas berjualan narkoba di Bangka Barat,” lanjut sumber tersebut
” Sudah ada pembicaraan soal berapa setoran yang akan diberikan kepada Kasatres Narkoba jika dapat memenuhi keinginan sang Bandar,” ungkapnya
“ Namun belum jelas apakah hal ini sudah diakomodir atau belum sama Kasat,” tambahnya.
Menyikapi isu tersebut , dengan tegas Kasat Resnarkoba Polres Bangka Barat, AKP Niko Panderi mengatakan bahwa dirinya tidak pernah kenal baik dengan bandar narkoba AG maupun dengan warga yang berinisial YP. Kasat mengatakan sangat menyesalkan orang – orang yang sengaja mencatut dan menjual namanya.
“Selamat sore pak
Saya kasat narkoba Polres Bangka Barat, AKP Nikko Panderi
Mohon maaf pak,konfirmasi apa ya pak?
Saya tidak kenal sama warga bernama YP warga yang bapak sebutkan,dan saya juga tidak kenal yang mama nya Ag,” sebut Kasat Resnarkoba Polres Bangka Barat pada Minggu (01/6)
“Maaf ya pak saya juga bingung ini, tiba tiba dikonfirmasi seperti ini,dan saya baru menjabat disini pak, saya juga belum sepenuhnya tau siapa siapa bandar narkoba Bangka barat ini pak,” ungkap Dia
“Dan saya tegaskan serta pastikan tidak ada lobby lobby pak,sekarang ini kan banyak modus yang jual nama pak.
Terimakasih pak,” tegasnya
Terkait pernyataan dari seorang AKP Niko Panderi yang saat ini menjabat sebagai Kasat Resnarkoba di Mapolres Bangka Barat, Publik sangat berharap masih ada Polisi selaku penegak hukum yang konsisten dan komitmen dengan tugas dan kewajibannya sebagai pengayom masyarakat.
“ Negara ini sedang darurat narkoba, masyarakat Bangka Barat berharap masih ada Polisi baik dan berkomitmen serta konsisten dalam menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum, karena narkoba adalah musuh dan tanggungjawab kita semua,” ucap AR salah satu Aktivis Anti Narkoba ( AANTINAR ) di Kabupaten Bangka Barat. ( Tim/Red )






